| ILP's Got Talent |
Berbakat dan terampil bercas cis cus dalam Bahasa Inggris adalah modal penting untuk mengikuti kompetisi ILP’s Got Talent. Ajang pencarian bakat tersebut mengharuskan setiap peserta untuk menampilkan bakatnya dalam Bahasa Inggris. Pidato, bernyanyi, presenter, hingga mendalang adalah sederet talenta yang memadati panggung ILP’s Got Talent kemarin.
Dalam ILP’s Got Talent tingkat SMA, hadir tiga orang juri yang siap meberikan penilaian juga komentar kepada penampilan seluruh finalis. Setiap oeserta, dikomentari oleh seorang juri. Viona asal Australia, Eko Bastian dari ILP, dan Rulli Setiawan dari Radar Kediri adalah juri dalam ajang ILP’s Got Talent di tingkat SMP.
Penampilan pertama dalam ajang tersebut, berasal dari Ginda Citra Dewi S, SMPN 1 Kediri. Gadis 13 tahun itu menyanyikan seuah lagu barat dengan penuh penghayatan. Dilanjutkan dengan penampilan Salma, MTsN puncu yang berpidato dengan tema bahya rokok bagi generasi muda. “Mari menjadi kupu-kupu yang indah tanpa rokok dan narkoba”, jelas Salma dalam pidatonya. Selain itu, ada pula telling story tentang Legenda Kelud dan Sungai Brantas oleh Rafika Amalia Khasanah asal SMPN 1 Puncu. Saat juri bertanya mengenai alasannya memilih tema tersebut ia menjawab “Belum banyak orang yang tahu sejarah Gunung Kelud dan Sungai Brantas. Jadi menurut saya ini menarik untuk ditampilkan”, paparnya. Penampilan penuh percaya diri Rosa pun menuai pujian dewan juri mulai kostum, hingga pesan yang terkandung dalam ceritanya.
Setiap finalis diberi kesempatan selama sepuluh menit untuk menunjukkan bakatnya kepada penonton dan dewan juri. Tentunya, mereka yang berani mengikuti kontes ini sudah fasih berbahsa Inggris bahkan, itulah bahasa yang menjadi belahan jiwa mereka selain Bahasa Indonesia.



0 komentar:
Posting Komentar