Kediri-(23/03) Suasana Kediri Mall masih cukup lengang. Hari masih pagi saat dua orang MC (Master of Ceremony) membuka acara Final Party School Contest VI. Tanpa banyak basa-basi, duo MC tersebut langsung memanggil tim akustik yang mendapat giliran pertama untuk mempersembahkan penampilan terbaiknya. Setiap grup akustik diberi waktu selama 10 menit untuk mendendangkan lagu yang telah dipilihnya.
Accoustic Ethnic Contest kali ini dimulai pukul 9.45 dengan penampilan X The Ria, grup akustik asal MAN Kota Kediri 3. Dengan enam personilnya mereka tampil perdana dengan lagu Gambang Suling. Semakin siang, semangat peserta juga terus meningkat. Kepercayaan diri mereka pun semakin
tebal. Hal tersebut membuat suguhan penampilan para peserta Accoustic Ethnic Contest semakin menghibur.
tebal. Hal tersebut membuat suguhan penampilan para peserta Accoustic Ethnic Contest semakin menghibur.
Para peserta tampak begitu lihai menyanyikan lagu dan memainkan alat-alat akustik di atas panggung. Tak sedikit dari mereka yang memang gemar bernyanyi dan bermain alat musik. “Saya memang hobi bernyanyi sejak kecil”, kata Ami Yuniarti vokalis grup akustik asal SMA Pomosda. Grup akustik yang diberi nama Diskustik tersebut, melakukan persiapan untuk mengikuti kompetisi akustik dalam School Contest VI selama satu minggu. Grup akustik yang memiliki sepuluh personil tersebut datang ke Kediri Mall dengan membawa cukup banyak alat musik diantaranya, gambang, gitar, kentrung, dan jimbe.
Penampilan yang atraktif, kreatif dan spektakuler, seperti motto School Contest kali ini juga diberikan oleh tim akustik asal SMA 2 Nganjuk. Tim yang diberi nama The Necofjava tersebut, mengikuti kompetisi akustik kali ini atas inisiatif mereka sendiri. Dibalik penampilan mereka yang apik, terdapat beberapa kendala yang harus mereka hadapi pada saat latihan. “Kami hanya latihan satu hari, karena kesulitan memperoleh alat musik akustik. Kebanyakan alat sudah disewa grup lain”, ujar Bella Tresna, vokalis grup akustik asal SMA 2 Nganjuk. Gadis yang juga menjadi Mbakyu Nganjuk 2011 tersebut mengaku kesulitan membagi waktu antara belajar, latihan, dan kesibukannya sebagai duta wisata Nganjuk.



0 komentar:
Posting Komentar