Kediri-Final Party School Contest VI yang digelar selama tiga hari dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Salah satu yang paling full colour adalah mading beserta manusia-manusia yang menjaganya. Ya, kru mading se eks-Karisidenan Kedri tak hanya saling berkompetisi dalam bentuk majalah dinding. Mereka pun saling adu kreativitas dengan kostum yang dikenakan sambil menjaga stand mading sekolahnya.
Tak jarang, kru mading tersebut tampil gila-gilan demi merebut perhatian peserta lain juga perhatian para juri. Mulai dari kostum ala robot, ketoprak, wayang, hingga pengantin semua ada di Grand Ballroom Kediri Mall. “Kami mengangkat judul Ketopak Tobong Mencoba Bertahan.
Makanya, kami pakai kostum pemain ketoprak”, jelas Cornelius Christian Candra, kru mading asal SMA Petra Kediri. Ia juga menambahkan, kostum yang ia kenakan bertujuan member tahu para pelajar gambaran dari Ketoprak Tobong yang ada di Kediri.
Makanya, kami pakai kostum pemain ketoprak”, jelas Cornelius Christian Candra, kru mading asal SMA Petra Kediri. Ia juga menambahkan, kostum yang ia kenakan bertujuan member tahu para pelajar gambaran dari Ketoprak Tobong yang ada di Kediri.
Selain itu ada juga, kru mading yang berpakaian ala pesilat. Mereka adalah peserta perang mading asal SMKN 1 Kediri. “Kami ingin menyampaikan bahwa seni bela diri tak sekedar untuk berkelahi, tetapi dapat dipaki untuk menolong orang lain”, jawab M. Rofiu Solihin saat ditanya makna dari mading mereka. Ia juga menambahkan, bahwa kostum yang dikenakannya mencerminkan judul mading mereka yaitu, Seni Bela Diri Nusantara.
Masih banyak lagi, aneka kostum yang dipakai oleh peserta Perang Mading kali ini. Kostum tersebut tak hanya dipakai saat menunggu stand mading, mereka juga mengenakan kostum bahkan make-up pada saat kampanye mading hari ini (24/03).



0 komentar:
Posting Komentar