Sekolah tersebut memang memiliki berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang siap menampung kreativitas siswa-siswinya sesuai bakat dan minat mereka. Murid-murid MANDIGA diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan ekskul yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Pihak sekolah mengharapkan kegiatan ekstrakurikuler dapat mempertajam kemampuan siswa saat terjun di masyarakat kedepannya.
“Meskipun pulang sore aku menjalaninya dengan enjoy, jadi tidak terasa berat”, ungkap Dina mengenai kegiatan ekskul yang dipilihnya. MAN Kota Kediri 3 akan selalu ramai oleh kegiatan guru dan siswa. Setidaknya keramaian ini akan bertahan sampai pukul 16.00. Pada jam inilah pihak sekolah memberikan batasan untuk mengunci pintu ruang kelas. Meskipun begitu, fakta di lapangan menyebutkan siswa-siswi MAN 3 tidak akan mengakhiri kegiatan hanya karena kelas dikunci. Mereka cenderung menyiasatinya dengan mencari tempat lain yang bisa digunakan. Kantin, masjid, aula, ruang tunggu adalah tempat-tempat yang sering di bidik siswa untuk melanjutkan aktivitasnya sampai senja tiba. Beberapa kegiatan ekskul yang sudah memiliki sekretariatan sendiri, malah lebih dimudahkan lagi. Hal ini disebabkan, para murid diberi kewenangan tersendiri oleh pihak sekolah untuk mengelola tempat mereka sendiri, sekalugus belajar bertanggungjawab.
Dengan adanya dukungan dari sekolah dan semangat dari siwa sendiri, MAN Kota Kediri 3 seakan sudah menjadi rumah kedua bagi murid-muridnya. Bahkan, bisa dikatakan aktivitas di sekolah yang dimulai pukul 06.45 sampai sore hari, telah menghabiskan sebagian besar waktu yang dimiliki ketimbang waktu berada di rumah.



0 komentar:
Posting Komentar